Lolong merupakan salah
satu desa di Kabupaten Pekalongan, tepatnya berada di Kecamatan Karanganyar. Bagi
para masyarakat yang belum pernah ke Pekalongan mungkin bertanya-tanya tentang
daerah ini. Memang sebenarnya tidak ada yang spesial dari daerah ini, namun
yang membuat desa ini berbeda dengan daerah lain di Pekalongan yaitu sebagian
besar wilayah di desa ini merupakan kebun durian. Hal inilah yang membuat desa
ini menjadi pusat perhatian pada saat musim durian seperti ini.
Pada musim durian
seperti ini biasanya para penjual durian menjual duriannya di kanan dan kiri
badan jalan yang notabene bersinggungan langsung kebun durian para penduduk
desa Lolong tersebut. Hal tersebut menambah pesona yang diberikan dari desa
Lolong ini karena suasana yang didapat pada saat menikmati durian lebih asri
dan terasa seperti di kebun sendiri karena langsung berada di kebun durian. Dengan
kenyamanan serta keasrian tempat tersebut desa Lolong menjadi salah satu tempat
yang dituju pada saat musim durian baik dari dalam kota maupun luar kota.
Panjang ruas jalan yang
digunakan untuk berjualan ialah ± 2 km (dari titik A sampai dengan titik B). Ruas
jalan tersebut merupakan ruas jalan lokal yang menghubungkan Desa Lolong dengan
pusat kegiatan masyarakat berupa pasar di Karanganyar. Ruas jalan ini mempunyai
tipe jalan 2/2 UD dengan lebar badan jalan 6 m, yang mempunyai jenis perkerasan
tipe flexibel (aspal) yang memiliki bahu jalan di kanan dan kiri bahu jalan.
Namun seiring berbuahnya buah durian tersebut, bahu jalan yang ada digunakan
bagi para pedagang untuk menjual duriannya. Selain bahu jalan tersebut
digunakan untuk lapak para pedagang bahu jalan ini juga digunakan untuk parkir
para pembeli durian tersebut bahkan sering kali parkir kendaraan tersebut
menggunakan badan jalan khsusunya mobil. Hal ini mengakibatkan penyempitan
badan jalan yang berakibat langsung membuat badan jalan menjadi lebih sempit
sehingga menimbulkan araus lalu lintas padat (kemacetan).
Kepadatan
arus lalu lintas ini menimbulkan keasrian dan kenyamanan Desa Lolong sediki
demi sedikit menurun. Padahal dilain sisi kepadatan lalu lintas tersebut
menujukan bahwa para pembeli durian semakin lama semakin bertambah banyak. Hal
tersebut membutuhkan suatu manajemen lalu lintas yang bertujuan untuk
menghilangkan kepadatan lalu lintas meskipun jumlah pembeli bertambah.
Manajemen ini bisa dimulai dengan mengatur parkir di lokasi tersebut.
Pengaturan
parkir ini bertujuan untuk menertibkan para pemebeli yang membawa kendaraan
pribadi agar kendaraan yang diparkir lebih tertata dan tidak menimbulkan efek
negatif seperti mengurangi kapasitas jalan dan menimbulkan kepadatan arus lalu
lintas akibat ketidakserasian antara volume lalu lintas dan kapasitas jalan. Manajemen
parkir yang dimaksud ialah dengan membuat parkir offstreet di dua titik yaitu
masing-masing di desa sebelum perkebunan durian tersebut yaitu pada titik A dan titik B. Dengan adanya manajemen
parkir ini diharapkan kondisi lalu lintas di ruas jalan ini akan membaik dan
dapat berkontribusi meningkatkan pendatan daerah untuk pembangunan Kabupaten
Pekalongan agar menjadi lebih baik pula. Selain itu, diharapkan kenyamanan
serta keasrian pesona desa lolong akan tetap terjaga sehingga semakin mengikat
para pengunjung dari luar kota maupun dalam kota.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar